Wednesday, 13 July 2005

me vs high heels(sebuah renungan)

kapankah perasaan ini akan berhenti ?
kapankah perasaan ini bermula ?
bagaimana aku harus mendengarkan pikiranku, tanpa menghancurkan hatiku ?
aku sangat bingung..
aku tak dapat memikirkan apa² selain dirimu
apa yang harus aku lakukan ?
haruskah aku mengabaikanmu ?
atau memberinya waktu ?
aku tak dapat berpikir jernih
hatiku menggerakkan jiwaku

A.R
( Me vs High Heels,2005 )

me vs high heels..film indo yang biasa a.k.a standar banget menurutku(kecuali ardina rasti-nya..ooghh...hehehe), tapi lebih baik dibandingkan seventeen(kalo ini menurutku jelek banget!)
cerita tentang anak SMA(lagi²..kenapa g dibuat anak SD?mungkin karena masa SMA itu kata orang paling indah..katanya) terus masalah percintaan(kenapa g pelajaran ?).. ..bla..bla..bla..bla100x
tapi satu pesan yang menarik dari film ini adalah :

haruskah kita menghilangkan "prinsip" dan jati diri kita demi cinta yang belum tentu hadir ?

cukup menarik untuk disimak & direnungkan(menurutku),gak untuk cuma anak SMA aja..karena terkadang tanpa kita sadari, diri kita berubah total dan memakai "topeng" wajah lain demi mendapatkan cinta..yahh..kalo suka dan cinta apa adanya lahh...kalopun berubah,gak se-esktrim di film me vs high heels,masih ada toleransi untuk mengerti dan memahami (sori nien kalimatmu kupake)



1 comment:

  1. Mmm...bener!
    Cinta memang perlu pegorbanan, tapi bukan berarti kita harus mengorbankan prinsip & jati diri kita yang sebenernya dengan nunjukin kepribadian lain seperti yang dituntutnya ... cause cinta yang tulus itu cinta yang bisa menerima apa adanya, keindahan juga keburukannya.

    ReplyDelete